Novel Cinta Di Dalam Perjodohan by Ariska Full EPISODE

 


Full episode Novel Cinta Di Dalam Perjodohan by Riska gratis. Novel Ini bergenre Romantis Yang diterbitkan di situs baca online (mangatoon).


Detail Novel

Judul      : Cinta Di Dalam Perjodohan 

Serial      : -

Penulis   :  Riska

Genre .    : Romantis

Source    : Mangatoon

Tahun.    : 2020


SINOPSIS Cinta Di Dalam Perjodohan 

Namaku Alira Anastasya, aku baru lulus dari salah satu SMA Negri di Bandung, dan aku sudah di jodohkan dan akan segera menikah dengan anak teman Ayah ku seorang pengusaha sukses di Jakarta.


"lir, besok keluarga Om Indra dan Tante Rita sudah datang dari Jakarta. Kata Ibu Vivi Ibunya Alira.


Om Indra dan Tante Rita itu sahabat Ayah dan Ibu Alira sejak SMP, mereka itu pengusaha sukses di Jakarta dan hanya punya satu orang anak, dia bernama Fahri Permana yg tidak lain adalah calon suami Alira.


Hari pernikahan pun tiba, Alira sangat gugup di saat itu apalagi setelah mengetahui sifat Fahri yg super cuek.


"lir, kamu ngga usah gugup sayang, kamu tu sangat cantik seperti bidadari hari ini. Kata Ibunya Alira.


"Kalaw gitu, selama ini aku ngga cantik Bu,,?

Protes Alira dengan muka cemberut.


"Ngga sayang, pokoknya anak gadis Ibu ini cwaaaaaantik setiap saat. Kata Ibunya Alira dan membuat Alira langsung tersenyum sambil memeluknya.


"Bu, aku pasti akan kangen sama Ibu, Ayah dan Alfin. Kata Alira yg di sambut pelukan hangat Ibunya.


Alfin adalah adik Alira yg baru kls 1 SMP, Alira juga punya satu kakak laki laki namanya Firman yg biasa di panggil Mas Firman, dia sudah menikah dan punya satu orang anak.


Hari itu pun tiba, dada Alira bergemuruh, nafasnya seakan akan mau putus, di saat Ayahnya menggadeng lengannya menuju tempat pelaksanaan ijab kabul yg di saksikan ribuan pasang mata.


Apalagi di sana sudah ada pria tampan seperti oppa oppa Korea yg telah menantinya dengan seorang penghulu dan beberapa orang yg akan jadi saksi pernikahan, diam diam mata Alira berkaca kaca melihan wanita yg sungguh dia sayangi metapnya dengan berlinang air mata.


************

Pernikahanpun selesai, sekarang Alira sudah menjadi istri pria tampan yg seperti es balok itu, dia tidak pernah melihat pria setampan Fahri, tpi kalau di tatapnya Alira seperti beku karna tatapan dan sikapnya terlalu dingin.


Setelah mnggati baju pngantin, Alira lngsung tidur dengan hanya mnggunakan dres pendek tanpa lengan, Alira memang suka menggunakan pakaian seksi apalagi di waktu tidur, karna dia merasa sangat nyaman tidur dengan pakaian terbuka tapi dia lupa kalau dia tidak tidur sendiri lagi.


Suara ayam tetangga menyadarkan Alira dari tidur nyenyaknya, tanpa membuka mata Alira merabah gulingnya yg dia rasa sangat aneh.


"Gulingku ko aneh ya,,? Gumam Alira dalam hati dan terus merabah tanpa membuka mata.


Dan betapa kagegetnya dia di saat membuka mata, ternyata bukan guling yg dia peluk tapi pria tampan yg sedang tidur dengan bertelanjang dada di sampingnya.


Dia mau berteriak karna belum sadar sepenuhnya dengan apa yg di lihatnya, tapi belum sempat dia berteriak Fahri sudah menutup mulutnya dengan telapak tangannya yg besar dan keras itu sehingga membuat mulut Alira tidak bisa terbuka.


"He" kamu gila ya,,? Ketus Fahri.


Alira yg masih bingung berusaha melepaskan tangan Fahri dengan susah payah dan menatap Fahri tajam kemudian berkata.


"Kenapa kamu di sini haaa,,? Apa yg kamu lakukan padaku,,? Tanya Alira sedikit berteriak sambil memundurkan posisinya menjauh dari Fahri.


"Trus aku harus di mana,,? Apakah aku harus tidur dengan orang tuamu,,? Jawab Fahri dengan suara serak dan mata yg sayu karna menahan kantuknya.


Tanpa menjawab apa-apa Alira langsung membuka selimut dan menatap tubuhnya juga tubuh Fahri dengan tampang ketakutan.


"Tenang saja, aku belum lakukan kewajibanku sebagai seorang suami, belum ku lakukan saja kamu suda mau membangunkan seisi rumah, apalagi kalau aku lakukan, mungkin se Rt bisa bangun. Gerutu Fahri.


Tanpa menjawab Alira langsung berlari ke kamar mandi, wajahnya memerah dan nafasnya langsung memburu di saat mendengar Fahri katakan kewajibannya sebagai seorang suami.


"Ya Tuhan, jangan kau biarkan keperawananku hilang di umurku yg masi 18 tahun ini, lindungi kesucianku dari laki-laki aneh itu Ya Tuhan. Pinta Alira dalam hati.


Setelah itu Alira segera memilih untuk mandi, dan selesai mandi Alira segera memakai pakaian yg sempat dia bawah tadi ke dalam kamar mandi. Setelah berpakaian Alira keluar dari kamar mandi dan melangkah pergi dari kamar tanpa menatap Fahri yg sudah kembali terlelap di atas tempat tidurnya itu.


Alira melangkah menuju dapur dan di sana sudah ada Ibu dan Tante Rita yg lagi sibuk menyiapkan sarapan, Alira mendekati mereka dan berkata.


"Selamat pagi Bu, selamat pagi Tante.

Sapa Alira.


"Eh ko Tante sih,,? Sekarang kamu anak perempuan Mama, jadi pagggil Mama sama Papa,,! Sama kaya Fahri, ok,,? Kata mama Rita.


"Iya Ta, eeee, Ma, Mama. Jawab Alira terbata bata.


"Gitu dong cantik. Kata Mama Rita sambil tersenyum.


Alira memang cantik dan bodinya bak model kata teman-temannya, tingginya 160 kulit putih bersih, rambut hitam lurus dan panjangnya melewati pundak, dia tidak gemuk juga tidak kurus tapi sangat m*nt*k.


************

Semua sudah berkumpul di meja makan, dan selesai makan mereka langsung bersiap siap untuk berangkat ke Jakarta. Setelah sudah siap Alira langsung melangkah dan berdiri di samping Ibunya sambil meneteskan air mata, Alira sangat sedih berpisah dengan keluarganya karena dia harus tinggal di Jakarta, selain kuliah di Jakarta Alira juga harus ikut suaminya yg kaku dan cuek itu.


"Jaga diri baik baik ya sayang,,! Kata ibu Vivi kepada Alira.


"Iya Bu, Ibu Ayah harus jaga kesehatan juga ya,,! Ngga bole sakit,,! Kata Alira sambil memeluk Ayah dan Ibunya bergantian sambil meneteskan air mata.


"Mba, sering sering telfon aku ya,,! Kata Alfin setelah di peluk oleh Alira.


Alira yg mendengar perkataan Alfin jadi tambah sedih, dia memeluk dan mencium adiknya yg gendut itu, ya Alfin adiknya Alira itu sangat gendut karna dia sangat doyan makan.


Hampir dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di Jakarta, mereka tidak langsung ke rumah tapi mereka malah keliling ke rumah kerabat mereka sampai jam 3 sore baru sampai ke rumah, Alira sangat kaget di saat melihat rumah mertuanya yg begitu mewah, dengan langkah berat Alira mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah mewah itu dan kemudian menuju kamar mereka.


"Masukin pakaianmu di lemari itu,,! Kata Fahri sambil menunjuk lemari besar yg ada di sampingnya setelah mereka sudah berada di dalam kamar yg besar itu.


Tanpa menjawab Alira langsung masukin semua pakaiannya ke lemari yg terdapat banyak pakaian Fahri dan kemudian berbalik menatap Fahri dan berkata.


"Mas. Panggil Alira.


"Hmmm. Jawab Fahri.


"Kapan aku daftar kuliah,,? Tanya Alira.


"Kamu tinggal kuliah aja, aku suda mendaftarkannya. Jawab Fahri sambil terus memainkan ponsel di tangannya.


"Ko bisa,,? Tanya Alira sedikit bingung.


"Ya bisa lah, aku kan kuliah di sana juga.


"Apa sih yg ngga bisa buat aku,,? Tambah Fahri.


"Dasar sombong. Ketus Alira.


"Kamu bilang apa barusan,,? Fahri bertanya dengan tatapan yg tajam ke arah Alira.


"Ngga, aku ngga bilang apa apa. Jawab Alira berbohong.


Setelah itu Fahri langsung pergi ke kamar mandi tanpa memperdulikan Alira, selesai mandi dia keluar hanya memakai handuk putih sebatas pinggangnya dan kemudian dia menyuruh Alira mengambilkan pakaiannya.


"Tolong ambilkan pakainku,,!


"Mas kan bisa ambil sendiri. Jawab Alira tanpa menatap Fahri.


"Kamu jadi istri buat apa,,? Protes Fahri.


Akhirnya tanpa berkat-kata, Alira segera berdiri kemudian mangambil baju kaos putih juga celana pendek hitam dan memberikannya kepada Fahri tanpa menatapnya.


"Ganti baju ini sama baju singlet hitam saja,,! Kata Fahri lagi dan Alira pun nurutin permintaannya.


"Ambilkan cd ku juga,,! Fahri berkata di saat Alira masih berada di hadapan lemari besar itu.


Alira kaget dan wajahnya jadi merah seperti udang goreng setelah mendengar perkataan Fahri.


"Tapi Maas, a a aku malu. Jawab Alira gugup.


"Kamu harus terbiasa karna kamu itu sudah menjadi istriku. Fahri berkata dan membuat Alira tambah salah tingkah saking tegangnya.


Akhirnya Alira menurutinya, Alira mengambilkannya dan menyerahkan singlet dan cd tanpa menatap Fahri kemudian dia langsung buru buru keluar dari kamar.


Alira melangkah menuju dapur dan di sana ada 2 wanita yg kira kira umur 40an yg sedang sibuk masak buat makan malam karna sudah sore, mereka asisten rumah tangga di situ, namanya Bi Ina dan Bi Ira.


"Sore Biii. Sapa Alira setelah berada dekat mereka.


"Sore Nooon. Jawab mereka berdua.


"Aku bisa bantu ngga Bi,,? Tanya Alira.


"Ngga usah Non, Non istirahat aja,,! Pasti cape abis perjalanan jauh. Kata Bi Ina.


"Kalau gitu aku lihat lihat aja, biar aku bisa masak kaya Bibi. Jawab Alira.


"Terserah Non aja kalau gitu. Kata mereka.


Setelah makanannya sudah masak, Alira langsung bantu Bi Ina dan Bi Ira siapin di atas meja makan.


"Ya ampuuun, anak perempuan Mama rajin bangat, ya kan Pa,,? Mama Rita bertanya sama Papa Indra setelah mereka berada di dekat Alira dan membuat Alira kaget.


"Iya Ma. Jawab Papa Indra.


Dan Alira yg sudah tersipu malu hanya tersenyum sambil berkata.


"Ayo Ma, Pa, makanannya sudah siap.


"Di mana Fahri,,? Tanya Mama Rita.


"Nanti aku pagilin Ma. Jawab Alira dan langsung pergi menuju lantai atas.


Alira ke kamar dan melihat Fahri sedang tertidur di atas tempat tidurnya dengan ke dua tangannya di atas kepala, Alira mendekat dan dia merasa jijik karna melihat bulu ketek Fahri yg hitam dan sangat lebat.


"Iiiiih, dia ngga risih apa dengan bulu ketek sebanyak itu,,? Gumam Alira dalam hati dan kemudian membangunkan suaminya itu.


"Mas, Mas, Mas Fahri bangun,,!


"Maaaas. Teria Alira.


"Ya, ya, ya. Jawab Fahri dan langsung membuka mata menatap Alira.


"Bangun Mas mau makan,,! Ini sudah malam lo Mas, di tunggu Mama sama Papa di bawah. Kata Alira.


Akhirnya Fahri bangun dan langsung turun dari tempat tidur kemudian mereka melangkah bersama sama menuju dapur. Dan setelah sampai dapur mereka segera duduk kemudian makan bersama Mama Rita dan Papa Indra. Selesai makan Alira langsung naik ke kamar menuju kamar mandi untuk menyikat gigi juga membasuh mukanya.


Selesai membersihkan wajah Alira keluar dan giliran Fahri yg masuk ke kamar mandi, tidak berapa lama Fahri keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi ranjang, sambil menatap istrinya yg lagi sibuk memoles wajah dan lengannya dengan segala alat perawatan sambil berkata.


"Besok kamu sudah kuliah,,! Kata Fahri yg sudah fokus dengan ponsel di tangannya.


"Benar Mas,,? Tanya Alira dan Fahri cuma mengagukan kepala dan langsung berbaring ke ranjang.


"Ngga boleh ada yg tau kita suami istri di Kampus,,! Tambah Fahri.


"Iya aku tau, aku juga ngga mau ada yg tau kalau aku sudah menika di usiaku yg masih 18 tahun ini. Jawab Alira.


"Ya sudah ayo tidur biar besok ngga telat,,! Kata Fahri.


*******

Pagi harinya Alira terbangun, nafasnya sesak karna kaki Fahri berada di atas pahanya dan tangan Fahri melingkar di perutnya membuatnya tidak bisa bergerak akhirnya Alira membangunkannya.


"Mas, Mas Fahri, Maaaasss. Teria Alira karna sudah kesal.


"Apa sih pagi pagi berterik kaya orang gila saja. Gerutu Fahri.


"Tu lihat,,! Kata Alira sambil menunjuk ke bawah dan Fahri pun menengok kemudian berkata.


"Kamu kan bisa bilang baik baik, ngga usah teriak teriak segala. Gerutu Fahri dan langsung turun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi.


Selesai mandi Fahri langsung bersiap siap kemudian turun ke lantai bawah dan Alira sudah berada di dalam kamar mandi.


Selesai mandi Alira bersiap siap dan melangkah turun ke dapur, di dapur sudah ada Fahri dan ke dua orang tuanya yg sedang menunggu di meja makan, tanpa menunggu lama Alira langsung bergabung, selesai sarapan Fahri dan Alira segera bergegas menuju Kampus.


"Mas, turunin aku dekat Kampus aja ya,,! Kata Alira dan tidak di jawab oleh Fahri.


Dan setelah sudah dekat Kampus Fahri menghentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian berkata.


"Turun,,!


setelah Alira turun Fahri langsung melajukan mobilnya dan masuk ke gerbang Kampus dengan mobil mewahnya itu.


Alira berjalan menuju gedung Kampus dan sampainya di depan Kampus, Alira melihat Fahri sudah masuk ke dalam gedung Kampus sama beberapa temannya dan Alira ngga terlalu memperdulikannya.


*******

Setelah beberapa minggu kuliah Alira sudah punya banyak teman, karna Alira orangnya pandai bergaul. Alira yg baru selesai berdandan langsung melangkah menemui Fahri yg sedang menunggunya di ruang tamu sambil berkata.


"Ayo Mas berangkat,,! Ajak Alira.


"Kamu kalau berdandan selama ini, bangunnya dari jam 3 biar aku ngga nunggu kaya gini. Gerutu Fahri.


"Ih Mas, namanya juga cewek. Jawab Alira.


"Cewek ganjen. Ketus Fahri.


"Ko ganjen sih,,? Protes Alira.


"Emang aku salah,,? Kamu kan memang ganjen, di kantin aja pecicilan sama cowok cowok tengik ingusan itu. Ketus Fahri.


"Itu kan teman teman satu ruangan aku.

Jawab Alira membela diri.


"Teman sih teman, tapi ngga usah pecicilan gitu, tu lihat penampilan kamu, kaya orang gila. Kata Fahri yg membuat Alira kaget.


Hati Alira sakit dan langsung keluar melangkah pergi ninggalin Fahri. Dia melangkah menuju jalan raya, di saat dia sedang melangkah sambil menahan amarahnya tiba tiba ada bunyi klakson di belakangnya.


*Piiiip, piiiiiip. Bunyi klakson mobil tapi Alira ngga menghiraukannya.


"Kamu ngga mau naik,,? Fahri berkata dari dalam mobil dan Alira tidak menjawabnya malah membuang muka darinya.


"Terserah. Kata Fahri dan dia langsung melajukan mobilnya ninggalin Alira.


Seketika Alira langsung menangis karna sakit hati atas perkataan suaminya juga tindakannya yg pergi ninggalin dia begitu saja.


"Brengsek, brengsek, brengseeeeek. Teriak Alira saking kesalnya.


Dan akhirnya Alira terpaksa memilih untuk naik taksi ke Kampus.

***



Cara membaca novel Cinta di dalam perjodohan Full episode

Pertama adalah instal aplikasi Mangatoon di AppStore / PlayStore. Setelah selesai install, buat akun dengan mengisi formulir pendaftaran atau lebih mudah daftar mnggunakan gmail/Facebook. Setelah itu tinggal cari novel yang ingin anda baca . Nah untuk yang mau File PDF bisa buka di url berikut

Link Cinta di dalam Perjodohan

Post a Comment